1. Pengertian Manusia
2. Hakikat Manusia
3. Kepribadian Bangsa Timur
4. Kebudayaan
5. Unsur-Unsur Kebudayaan
6. Wujud Kebudayaan
7. Perubahan Kebudayaan
8. Hubungan Manusia dan Kebudayaan
Yuk, langsung saja masuk ke materi
A.
Manusia
Manusia
berasal dari kata “manu” dari bahasa sansekerta atau “mens” dari bahasa latin
yang berarti berpikir, berakal budi, dan “homo” yang juga berasal dari bahasa
latin. Namun, siapakah manusia itu sebenarnya? Manusia di dunia ini memegang
peranan yang unik dan dapat di pandang dalam beberapa segi. Misalnya, manusia di
pandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk
jaringan-jaringan system (ilmu kimia). Manusia merupakan makhluk biologis yang
tergolong dalam golongan mamalia (ilmu biologi). Manusia sebagai makhluk social
yang tidak dapat berdiri sendiri (ilmu sosiologi) dan lain sebagainya.
Dari beberapa definisi di atas, tentu membuat kita sulit untuk menjawab
pertanyaan tentang manusia, oleh karena itu saya akan menerangkan sedikit
tentang siapa itu manusia. Manusia adalah makhluk yang berakal budi. Manusia
juga merupakan sekepal tanah di bumi. Manusia dalam pandangan kaum materialism,
tidak lebih dari kumpulan daging, darah, urat, tulang, urat-urat darah dan alat
pencernaan.
Manusia
dalam pandangan islam adalah makhluk yang mulia dan terhormat di sisi-Nya, yang
diciptakan Allah dalam bentuk yang amat baik. Manusia diberi akal dan hati,
sehingga dapat memahami ilmu yang diturunkan Allah. Manusia dalam Al-Quran
banyak sebutannya seperti al-insaan, an-naas, al-abd, bani adam , dan sebagainya.
Namun
dalam Al-Quran dan As-Sunnah disebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang
paling mulia dan memiliki berbagai potensi serta memperoleh petunjuk kebenaran
dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
B. Hakikat
Manusia
Menurut bahasa hakikat berarti
kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya atau asal segala sesuatu. Dapat juga
dikatakan hakikat itu adalah inti dari segala sesuatu atau yang menjadi jiwa
sesuatu. Jika kita berdebat tentang asal mula manusia, maka yang terpikir
pertama kali dipikiran adalah teori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi
Darwin dijelaskan bahwa manusia pertama adalah kera. Namun, asal usul manusia
dalam islam dapat dijelaskan dalam proses penciptaan manusia pertama yakni nabi
Adam As. Nabi Adam As adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dan
diberikan ilmu pengetahuan dan kesempurnaan dengan segala karakternya.
Sasaran pendidikan adalah
manusia sehingga dengan sendirinya pengembangan dimensi hakikat manusia menjadi
tugas pendidikan. Manusia lahir telah dikaruniai dimensi hakikat manusia tetapi
masih dalam wujud potensi, belum teraktualisasi menjadi wujud kenyataan atau
aktualisasi. Dari kondisi ‘potensi’ menjadi wujud aktualisasi terdapat
rentangan proses yang mengundang pendidikan untuk berperan dalam memberikan
jasanya. Setiap manusia lahir dikaruniai naluri yaitu dorongan-dorongan yang
alami (dorongan makan, se ks, mempertahankan diri, dan lain-lain). Jika
seandainya manusia dapat hidup hanya dengan naluri maka tidak bedanya dengan
hewan. Hanya melalui pendidikan status hewani itu dapat diubah kea rah status
manusiawi
Tujuan utama Allah SWT
menciptakan manusia adalah agar manusia dapat menjadi khalifah atau pemimpin di
muka bumi. Menurut pandangan islam, ada enam hakikat diciptakannya manusia :
sebagai hamba Allah, sebagai An-Nas, sebagai khalifah Allah, sebagai bani adam,
sebagai al-insaan, dan sebagai makhluk biologis (al-basyar)
C. Kepribadian
Bangsa Timur
Kepribadian
bangsa timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu negara yang
menentukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa timur
pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi.
Kepribadian bangsa timur, kita tinggal di Indonesia termasuk ke dalam bangsa
timur, dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik. Di dunia bangsa timur
dikenal sebagai bangsa yang ramah dan bersahabat.
Bangsa timur
identik dengan benua asia yang penduduknya sebagian besar berambut hitam,
berkulit sawo matang dan adapula yang berkulit putih, bermata sipit. Sebagian
besar cara berpakaian orang timur lebih sopan dan tertutup mungkin karena orang
timur kebanyakan memeluk agama islam dan menjunjung tinggi norma-norma yang
berlaku. Namun di zaman yang sekarang ini orang timur kebanyakan meniru
kebiasaan orang barat. Kebiasaan orang barat yang tidak sesuai atau
bertentangan dengan kebiasaan orang timur dapat memengaruhi kejiwaan orang
timur itu sendiri.
Francais L.
K Hsu seorang sarjana Amerika keturunan Cina, mengkombinasikan dalam dirinya
kealian di dalam ilmu antropologi, psikologi, filsafat dan kesusastraan Cina
klasik.
Ia telah
mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa mannusia sebagai makhluk sosial
budaya itu mengandung delapan daerah lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
Lingkaran no
7 dan 6, disebut derah tak sadar dan sub sadar, yang berada di daerah pedalaman
dari alam jiwa individu dan terdiri dari bahan pikiran dan gagasan yang
terdesak kedalam, sehingga tidak disadari individu dan terlupakan.
Lingkara
nomor 5, disebut kesadaran yang tidak dinyatakan, pikiran-pikiran dan gagasan
yang disadari individu tetapi disimoan dalam jiwanya sendiri dan tidak
dinyatakan oleh siapapun. (karena malu, takut salah, sungkan, atau tidak
menemukan kata-kata yang tepat)
Lingkaran
nomor 4, disebut kesadaran yang dinyatakan secara terbuka. (pikiran dan gagasan
maupun perasaan-perasaan)
Lingkara
nomor 3, disebut lingkaran hubungan karib. Mengandung konsepsi mengenai
orang-orang, binatang-binatang, atau benda-benda yang diajak bergaul secara
mesra ataupun karib.
Lingkaran
nomor 2, disebut hubungan berguna dan fungsi berguna. (seperti pedagang atau
pembeli)
Lingkaran
nomor 1, disebut lingkaran hubungan jauh, terdiri dari pikiran-pikiran dan
sikap dalam jiwa manusia, tetapi jarang mempunyai arti dalam kehidupan
sehari-hari.
Lingkaran
nomor 0, disebut lingkaran dunia luar terdiri dari pikiran-pikiran dan anggapan
tentang orang-orang diluar masyarakat dan negara Indonesia.
Menurut
Francais L. K. Hsu, ia menggambarkan kepribadian manusia berada pada daerah
lingkaran nomor 3, yaitu hubungan berdasarkan cinta dan kemesraan dan juga rasa
untuk bisa berbakti penuh dan mutlak. Yang merupakan suatu kebutuhan
fundamental dalam hidup manusia, tanpa adanya tokoh-tokoh, benda-benda
kesayangan, tanpa Tuhan, tanpa ide dalam alam jiwanya, hidup kerohanian manusia
tidak akan bisa seimbang dan selaras.
Kepribadian-kepribadian
Bangsa Timur :
1. Hospitality
Maksud dari
sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan
sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap
lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul berbeda dengan bangsa
barat yang cenderung hidup lebih individualis.
2. Hardworking
pekerja keras
merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa Timur dikenal dengan
orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan bersungguh sungguh saat
melakukan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan.
3. Religius
& Well-cultured
Bangsa timur
juga terkenal karena keragaman ras dan kebudayaan. Tidak hanya menang
kuantitas, hal utama yang menjadi pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan
agama. Karena keterikatan dengan adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu
bangsa timur untuk mencapai potensi maksimalnya.
4. Respect
for Elders
Bangsa timur
dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat yang
berlaku di lingkungna bangsa timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan
orang-orangnya.
5. Diligent
Karena
bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa timur
cerdas dan pantang menyerah.
6. Attached
to Norms
Sebagai
bangsa timur, dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa timur
cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.
7. Strong
family Ties
Kebanyakan
orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya. Keluarga menjadi
faktor utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan
karir.
D. Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budia atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan
akal manusia.Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal
dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga
sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan
sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Definisi kebudayaan menurut para ahli:
1. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum,
adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang
sebagai anggota masyarakat.
2. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi
bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang
kesemuanya merupakan warisan sosial.
3. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan,
tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang
dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil
perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang
merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan
kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
E. Unsur-Unsur
Kebudayaan
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan
mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:
1. Melville
J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:
·
alat-alat teknologi
·
sistem ekonomi
·
keluarga
·
kekuasaan politik
2. Bronislaw
Malinowski mengatakan 4 unsur pokok kebudayaan meliputi:
·
sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama
antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam
sekelilingnya
·
organisasi ekonomi
·
alat-alat, dan lembaga-lembaga atau
petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)
·
organisasi kekuatan (politik)
3. C.
Kluckhohn mengemukakan ada 7 unsur kebudayaan secara universal (universal
categories of culture) yaitu:
·
Bahasa
·
sistem pengetahuan
·
sistem teknologi, dan peralatan
·
sistem kesenian
·
sistem mata pencarian hidup
·
sistem religi
·
sistem kekerabatan, dan organisasi
kemasyarakatan
F. Wujud
Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi
tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
• Gagasan (Wujud ideal)
Wujud ideal kebudayaan adalah
kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma,
peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak yaitu tidak dapat diraba atau
disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam pemikiran warga masyarakat. Jika
masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka
lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan, dan buku-buku hasil
karya para penulis warga masyarakat tersebut.
• Aktivitas (tindakan)
Aktivitas adalah wujud
kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu.
Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri
dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak,
serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang
berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan
sehari-hari, dan dapat diamati, dan didokumentasikan.
• Artefak (karya)
Artefak adalah wujud
kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua
manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba,
dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud
kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan
yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai
contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur, dan memberi arah kepada tindakan
(aktivitas) dan karya (artefak) manusia.
Sedangkan menurut
Koentjaraningrat, wujud kebudayaan dibagi menjadi nilai budaya, sistem budaya,
sistem sosial, dan kebudayaan fisik.
• Nilai-nilai Budaya
Istilah ini, merujuk kepada
penyebutan unsur-unsur kebudayaan yang merupakan pusat dari semua unsur yang
lain. Nilai-nilai kebudayaan yaitu gagasan-gagasan yang telah dipelajari oleh
warga sejak usia dini, sehingga sukar diubah. Gagasan inilah yang kemudian
menghasilkan berbagai benda yang diciptakan oleh manusia berdasarkan nilai-nilai,
pikiran, dan tingkah lakunya.
• Sistem Budaya
Dalam wujud ini, kebudayaan
bersifat abstrak sehingga hanya dapat diketahui dan dipahami. Kebudayaan dalam
wujud ini juga berpola dan berdasarkan sistem-sistem tertentu.
• Sistem Sosial
Sistem sosial merupakan
pola-pola tingkah laku manusia yang menggambarkan wujud tingkah laku manusia
yang dilakukan berdasarkan sistem. Kebudayaan dalam wujud ini bersifat konkret
sehingga dapat diabadikan.
• Kebudayaan Fisik
Kebudayaan fisik ini merupakan
wujud terbesar dan juga bersifat konkret. Misalnya bangunan megah seperti candi
Borobudur, benda-benda bergerak seperti kapal tangki, komputer, piring, gelas,
kancing baju, dan lain-lain
G. Perubahan
Kebudayaan
Perubahan sosial budaya dapat
terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan
sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial, dan pola budaya
dalam suatu masyarakat.
Perubahan sosial budaya
merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat.
Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat, dan sifat dasar manusia yang
selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia
sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Ada tiga faktor yang dapat memengaruhi perubahan
sosial:
1. tekanan
kerja dalam masyarakat
2. keefektifan
komunikasi
3. perubahan
lingkungan alam.
Kebudayaan lokal Indonesia yang sangat
beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus tantangan untuk mempertahankan
serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Budaya lokal Indonesia sangat
membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang sangat bervariasi serta
memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya zaman, menimbulkan
perubahan pola hidup masyarakat yang lebih modern. Akibatnya, masyarakat lebih
memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis dibandingkan dengan
budaya lokal.
Banyak faktor yang menyebabkan budaya lokal
dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya masuknya budaya asing. Masuknya budaya
asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya
tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing
mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan.
Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya
kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah
identitas bangsa. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga
keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.
Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai
dengan kepribadian negara karena suatu negara juga membutuhkan input-input dari
negara lain yang akan berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Dimasa sekarang ini banyak sekali budaya-budaya
kita yang mulai menghilang sedikit demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan
erat dngan masuknya budaya-budaya ke dalam budaya kita.Sebagai contoh budaya
dalam tata cara berpakaian.Dulunya dalam budaya kita sangatlah mementingkan
tata cara berpakaian yang sopan dan tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya
budaya luar mengakibatkan budaya tersebut berubah.Sekarang berpakaian yang
menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan yang sudah melekat erat didalam
masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis makanan yang kita konsumsi juga
mulai terpengaruh budaya luar. Masyarakat sekarang lebih memilih
makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan
lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan
praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu
keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai
jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan
bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang
berasal dari daerah asal mereka.
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana
mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan
sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama
Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleh negara
lain. Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan
budaya.
H. Kaitan
Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan
merupakan salah satu ikatan yang tidak
bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Masyarakat Indonesia belakangan ini
sedang mengalami berbagai permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan. Salah
satu diantaranya adalah semakin terkikisnya kebudayaan masyarakat Indonesia
yang adiluhung.
Realitas ini sangat
memprihatinkan kita semua. Dalam konteks itu diperlukan adanya upaya-upaya
konstruksi nilai-nilai budaya secara kritis dan kontekstual. Manusia sebagai makhluk
Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan
melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari
dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Setiap
manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu disebabkan karena
mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun
memiliki kebudayaan yang berbeda.
Perbedaan kebudayaan
disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor
alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan
keberagaman budaya tersebut Seiring dengan berkembangnya teknlogi informasi dan
komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat memberikan pengaruh yang
positif terhadap kebudayaan masing-masing daerah, karena kebudayaan merupakan
jembatan yang menghubungkan antar sesama manusia.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar
bagi manusia.Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan
utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. Sehingga kebudayaan
memiliki peran sebagai :
1. Suatu
hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya
2. Wadah
untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain
3. Sebagai
pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda
manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk
tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.
6. Pengatur
agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat dan
menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
7. Sebagai
modal dasar pembangunan
I. Daftar
Pustaka
Saebani, Beni Ahmad. 2018. Ilmu
Budaya Dasar dalam Perspektif Baru. Bandung: Pustaka Setia
Mudana, Wayan dan Nengah
Atmadja. 2018. Bahan Ajar Ilmu Sosial dan Budaya Dasar Berorientasi Integrasi
Nasional dan Harmoni Sosial Berbasis Tri Hita Karana. Depok : Rajagrafindo
Persada

Tidak ada komentar: